ESDM Tegaskan Geothermal Ramah Lingkungan dan Tidak Akibatkan Gempa

- Selasa, 21 Maret 2023 | 19:30 WIB
Koordinator Penyiapan Program Panas Bumi, Pandu Ismutadi tegaskan Geothermal ranah lingkungan.  (cianjurtoday.com)
Koordinator Penyiapan Program Panas Bumi, Pandu Ismutadi tegaskan Geothermal ranah lingkungan. (cianjurtoday.com)

CIANJURTODAY.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Koordinator Penyiapan Program Panas Bumi, Pandu Ismutadi, menegaskan bahwa proyek geothermal yang akan dibangun di kawasan Gunung Gede Pangrango merupakan proyek yang ramah lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sosialisasi yang digelar di Balai Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur pada Selasa, (23/3/2023).

Pandu Ismutadi mengklarifikasi bahwa air yang digunakan dalam proyek geothermal berasal dari dalam bumi, bukan air permukaan.

Baca Juga: Aliansi Warga Desa Sukatani Tolak Rencana Proyek Geothermal di Kaki Gunung Gede Pangrango

Sehingga, tidak ada hubungan langsung dengan air sumur yang digunakan masyarakat sekitar.

"Air dalam bumi bukan air permukaan jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan air sumur, dan itu diawasi sama kita jadi tidak mencemari," ungkap Pandu.

Menurutnya, air dipermukaan yang diperlukan, hanya digunakan saat pengeboran dan dengan jumlah yang sedikit. 

Baca Juga: Siap Atasi Dampak Lingkungan! Pemkab Cianjur Mantap Dukung Proyek Geothermal Energi Panas Bumi di Cianjur

Terkait kekhawatiran adanya gempa bumi akibat proyek geothermal, Ismutadi menegaskan bahwa tidak pernah ada laporan mengenai gempa yang disebabkan oleh kegiatan pengeboran geothermal, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

"Selama ini yang saya tahu tidak pernah ada gempa yang diakibatkan oleh proyek geothermal. Apakah di Gunung Salak, ada gempa? Tidak hanya di Indonesia bahkan juga di dunia tidak pernah ada pengeboran yang mengakibatkan gempa," tegasnya.***

 

Editor: Indra Arfiandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X